Environmental

Responsibility

Tanggung Jawab Lingkungan

Waterbom Bali terus berkomitmen untuk mengembangkan dan menerapkan langkah-langkah pelestarian alam untuk mengurangi pencemaran lingkungan sebanyak mungkin. Saat memasuki Waterbom Anda akan segera merasakan penurunan suhu rata-rata 10 derajat dibandingkan dengan jalan di luar. Ini adalah dampak langsung dari konservasi lebih dari 50% area keseluruhan sebagai ruang hijau yang mencakup berbagai jenis spesies asli tanaman yang sangat beranekaragam dan merupakan contoh utama dampak positif yang dihasilkan dari fokus keberpanjangan kami pada pelestarian lingkungan.

Bali adalah rumah kami. Melindungi dan memelihara lingkungan untuk keuntungan generasi mendatang adalah pilar utama budaya perusahaan kami. Ini adalah komitmen nyata yang terus kami investasikan di samping hanya membuat diri kami sendiri nyaman. Sejak tahun lalu kami telah bekerja sama dengan konsultan lingkungan untuk membantu mengukur apa yang dapat kami lakukan dalam membuat produk kami lebih baik sambil mengurangi jejak karbon kami seiring dengan mengurangi biaya dan dampak operasi perusahaan kami terhadap lingkungan.

Kami benar-benar percaya bahwa menerapkan praktik bisnis yang berfokus kepada pelestarian lingkungan dapat juga mendorong kemajuan bisnis kami agar dapat memberi kesejahteraan bagi banyak orang.

Inilah yang kami sebut Karmic Return.

  • Netral Karbon

    Mengurangi Pencemaran Lingkungan

    Waterbom Bali secara resmi telah menjadi perusahaan yang netral dari emisi karbon. 

    Selama ini misi utama kami adalah untuk mengurangi kontribusi emisi karbon yang kami hasilkan terhadap lingkungan.

    Perubahan iklim secara global yang disebabkan oleh efek rumah kaca adalah salah satu ancaman terbesar di planet ini. Perjanjian PBB di Paris tentang iklim, merekomendasikan carbon offsetting sebagai alat untuk melawan ancaman ini.

    Memanfaatkan panduan dari Protokol Gas Rumah Kaca, sebuah inisiatif yang difasilitasi oleh Institute Sumber Daya Alam Dunia dan Dewan Bisnis Dunia untuk pengembangan keberlanjutan lingkungan, emisi karbon yang dihasilkan dari aktifitas atau operasi Waterbom Bali telah diukur dan ditimbang yakni :

    • Emisi Langsung yang berasal dari aktifitas yang dapat kita kontrol contohnya menghidupkan kompor di dapur, pengolahan limbah air dan transportasi.
    • Emisi Tak Langsung yang berada di luar kontrol kita, contohnya pembelian atau pemakaian listrik.
    • Emisi Tak Langsung Lainnya yang berada di luar kontrol kita termasuk transportasi karyawan dan limbah yang kita buang sehari-hari untuk didaur ulang atau timbun.

    Mengikuti audit dan penilaian secara penuh dari total emisi karbon yang kami hasilkan, Waterbom Bali telah berinvestasi di Proyek Emisi Bersertifikasi yang telah disetujui oleh Framework Convention PBB tentang perubahan iklim.

  • Tanggung Jawab Limbah

    Pengurangan TPA melalui upaya meminimalisir, mendaur ulang dan mengompos limbah / sampah

    Pengelolaan limbah di Bali berada pada titik kritis ditambah data yang saat ini tersedia tidak dapat mencerminkan situasi yang nyata secara akurat. Diperkirakan 12 juta turis asing dan domestik serta 4,5 juta penduduk lokal menghasilkan 857.000 metrik ton limbah per tahun (lebih dari perkiraan). Pengukuran independen dari rata-rata produksi industri pariwisata dan rumah tangga berpotensi menghasilkan produksi limbah 10 kali lipat lebih banyak dari itu. Infrastruktur untuk pengelolaan limbah di Bali saat ini tidak cukup untuk mengatasi meningkatnya produksi limbah. Dengan tingkat daur ulang yang rendah, sebagian besar sampah berakhir di tempat pembuangan akhir. Sekarang pelaku bisnislah yang menjadi penentu dalam pengembangan alat dan proses untuk membantu memperbaiki hal ini. Kami telah menerapkan pemisahan limbah atau sampah di Waterbom Bali. Hal ini memungkinkan kami melakukan daur ulang dan pengomposan dalam rangka mengurangi tingkat limbah dari taman kami yang kemudian berakhir di TPA sebesar 20% dari total limbah. Kompos yang kami hasilkan dipakai di kebun kami sendiri untuk mengurangi penggunaan air dan penguapan.

  • Tanggung Jawab Energi

    Mengurangi Penggunaan dan Meningkatkan Efisiensi

    Konsumsi listrik di pulau Bali diperkirakan sekitar 5.550 giga watt per tahun dan terus tumbuh sebesar 9,7% per tahun. Listrik ini terutama ditenagai oleh batubara dan diesel yang dapat mengalami kerugian besar, fluktuasi voltase dan kekurangan daya listrik. Untuk setiap kWh yang diproduksi di  Jawa-Bali, sekitar 0,563 kg CO2 dilepaskan ke atmosfer. Pembangkitan energi listrik sangat mencemari lingkungan dan selalu terkait dengan adanya pelepasan karbon dioksida, nitro oksida dan sulfur oksida yang dampaknya yang besar ke lingkungan. Mengurangi penggunaan listrik dan meningkatkan efisiensi daya yang dipakai adalah tujuan utama yang ingin kami capai dengan langkah-langkah berikut:

    • Upgrade infrastruktur daya untuk meminimalkan inefisiensi sistem dan pelepasan panas yang membuang-buang energi.
    • Konversi semua pencahayaan ke LED untuk mengurangi penggunaan energi dan pencemaran zat merkuri.
    • Membatasi waktu penggunaan AC di perkantoran dan mengatur rentang suhu untuk mengurangi kebutuhan energi.

    Target keseluruhan kami adalah untuk mengurangi konsumsi energi Waterbom Bali sebesar 5% setiap tahun.

  • Tanggung Jawab Air

    Air adalah sumber daya alam yang berharga. Kami mengemban tanggung jawab untuk meminimalisir penggunaannya dengan serius.

    Berdasarkan penelitian oleh LSM IDEP Foundation setempat, provinsi Bali tengah menghadapi kekurangan air tawar yang serius. Keindahan dan keunikan budaya yang telah mendorong ledakan pariwisata dan pembangunan di pulau ini kini tengah terancam karena sumber daya alam yang awalnya melimpah, yakni air tawar, mulai mengalami masa-masa sulit. Kami bangga untuk menjadi salah satu penggalang dana The Bali Water Project, yang bekerja untuk melindungi sumber air bersih Bali. Berbagai inisiatif untuk meminimalisir air juga telah diterapkan di seluruh taman sebagai bagian dari strategi menyeluruh  kami untuk secara aktif mengurangi pencemaran lingkungan yang ditimbulkan secara keseluruhan. Poin-poin utama kami dalam melakukan penghematan air meliputi:

    • Pemasangan keran dengan arus rendah dan terukur di seluruh Waterbom.
    • Daur ulang grey water untuk dimanfaatkan sebagai upaya irigasi di taman kami.
    • Sistem drainase Waterbom, berfungsi sebagai sumur resapan raksasa yang menyalurkan air hujan kembali ke tanah.

    Tujuan akhir kami adalah untuk tidak menyia-nyiakan atau membuang salah satu sumber daya alam yang berharga, yakni air, dengan percuma.

SIGN UP FOR SPECIAL PROMOTIONS

HEAR THE LATEST ON WHAT IS HAPPENING AT WATERBOM!